Saat ini aku tidak tahu lagi, siapa dan siapa...
Siapa yang peduli pada nasib orang yang kelaparan...
Karena semua berteriak peduli...
Entah parlemen dalam gedung,
entah parlemen jalanan...
atau juga orang-orang yang berseragam....
Mereka semua memakai jubah peduli pada rakyat miskin...
Saat ini aku hampir tidak mengenali wajah-wajah mereka...
Semua tampak terlihat ramah dan penuh senyum....
Baik yang didalam gedung...
baik yang diluar gedung...
atau juga orang-orang yang berseragam....
Mereja semua pandai memakai topeng baik....
Terlalu banyak orang pinter...
Terlalu banyak orang miskin...
Terlalu banyak orang berpolitik...
Terlalu banyak orang korupsi...
Terlalu banyak orang berbohong....
Terlalu banyak orang menderita
Terlalu banyak orang yang menjadi gila....
Batu dan pentungan turut jadi saksi yang membisu.....
Betapa mulai beradabnya negeri ini...
Betapa mulai maju negara ini...
Betapa mulai berahlaknya para pejabat dan politikus....
Akhh....mungkin perlu jutaan tahun negara dan pemimpin disini seperti itu...
Sekarang biarlah mereka belajar korupsi...
Belajar berpolitik...
Belajar bicara...
Belajar bersandiwara...
Belajar terluka...
dan belajar menjadi baik.
Tapi aku tak perlu dan tak mau menunggu jutaan tahun untuk hidup tenteram dan bahagia...
Aku ingin sekarang...
Aku menghela nafas dan tersenyum..
Lho Su Fan, 29 Maret 2012
Leonardus Pjos2012
"Dinamika keping revolusi dan demokrasi-walau dimulai dengan darah dan keringat berharap semua berakhir damai-bahagia"
CINTA DAN KEHIDUPAN
Kehidupan Tak Lekang Dari Cinta, Dan Cinta Yang Menciptakan Kehidupan
Jumat, 20 April 2012
JANJI DI ATAS POHON JAMBU
Dahulu, waktu engkongku masih ada...
waktu rumahku masih memilikki kebun disamping rumah...
aku mempunyai satu pohon jambu...jambu ijo...
yang saat musim buah tiba, maka hampir seluruh rantingnya dipenuhi buah..atau bunganya...
Pohon jambu yang ada disamping rumahku,
bukanlah pohon jambu yang istimewa..
tapi pohon jambu itu bisa menjadi temanku...
yang tak pernah mengeluh saat kubanyak bicara tentang masalahku...
Menjelang senja setelah aku pulang sekolah,
biasanya aku menaiki pohon jambu dan duduk diatas ranting yang besar...
Aku suka menatap langit senja,
karena langit senja terasa teduh dan bersahabat...
Setelah engkongku tiada, dan tanah kebun dijual....
maka pohon jambu sang sahabatku pun tiada...
Tapi aku masih ingat janjiku diatas pohon jambu...
Aku tidak boleh menyerah,
Aku harus berhasil...,
Aku harus membahagiakan orang-orang yang kucintai....
Puluhan tahun telah berlalu,
pohon jambu juga telah berlalu,
Tapi janji diatas pohon jambu,
tidak pernah berlalu.
lho su fan, 7 januari 2012
leonardus pjos2012
waktu rumahku masih memilikki kebun disamping rumah...
aku mempunyai satu pohon jambu...jambu ijo...
yang saat musim buah tiba, maka hampir seluruh rantingnya dipenuhi buah..atau bunganya...
Pohon jambu yang ada disamping rumahku,
bukanlah pohon jambu yang istimewa..
tapi pohon jambu itu bisa menjadi temanku...
yang tak pernah mengeluh saat kubanyak bicara tentang masalahku...
Menjelang senja setelah aku pulang sekolah,
biasanya aku menaiki pohon jambu dan duduk diatas ranting yang besar...
Aku suka menatap langit senja,
karena langit senja terasa teduh dan bersahabat...
Setelah engkongku tiada, dan tanah kebun dijual....
maka pohon jambu sang sahabatku pun tiada...
Tapi aku masih ingat janjiku diatas pohon jambu...
Aku tidak boleh menyerah,
Aku harus berhasil...,
Aku harus membahagiakan orang-orang yang kucintai....
Puluhan tahun telah berlalu,
pohon jambu juga telah berlalu,
Tapi janji diatas pohon jambu,
tidak pernah berlalu.
lho su fan, 7 januari 2012
leonardus pjos2012
JANGAN MIMPI DUNK
Aku melaju ke rumahmu dengan motor bebekku...
dalam setiap detik berdoa cemas diperjalanan...
semoga engkau mau menerima kehadiranku..
tapi bukan hanya aku,
aku dengan motor bututku,
aku dengan celana jeans dan kacamata tebalku
aku dengan segala yang menempel dalam diriku...
Doa Bapa Kami dan Doa Salam Maria juga kubawa meneman perjalananku...
jujur agar aku tidak grogi berhadapan denganmu...
jujur agar aku mampu menatap matamu...
jujur agar aku mendapat bekingan rasa percaya diri...
Sampai depan rumahmu, kusandar motor dan membuat cerita dalam pikiran...
semoga bukan anjing helder yang menyambutku...
atau satpam berkumis tebal membentakku,"Mau apa kamu ???"
atau seorang pembantu yang keluar dan mengatakan,"Nona tidak ada dirumah..."
akkhh...kusingkat saja cerita dalam pikiranku dengan langkah gemetar ke pintu rumahmu....
dug..dug..dug...itu bukan bunti ketukan pintu, tapi degup jantungku yang sedang olahraga.....
semoga...semoga...semoga....
Pintu sudah terbuka sebelum kuketuk....
Kamu tiba-tiba keluar dari balik pintu itu...
Byaarrr......aku terkena serang jantung....
Seakan detakannya hilang begitu saja...
Kaki dan mulutku tak bisa kugerakan....
Badanku terasa panas dingin....
Kamu menghampiriku...
tersenyum...
dan berkata....
"Bang....mau nganter koran yaaa....?"
wkwkwkkwkwkwk.......aku sudah mati ditembak duluan....
Aku akan nekat pikirku...
dan aku akan katakan..
"Aku Mencintaimu...!!!!"
Lalu dia memegang mesra pundakku ...
menggoyang-goyangkannya....
"Heii...lu jangan ngimpi dunkkkk....."
Dan wajah cantiknya berubah menjadi wajah teman kostku yang sangar...
Huauauhahah...kamprettooo....ternyata ada di tempat tidur...
aku hanya mimpi...
Lho Su Fan, 8 Desember 2011
Leonardus Pjos
dalam setiap detik berdoa cemas diperjalanan...
semoga engkau mau menerima kehadiranku..
tapi bukan hanya aku,
aku dengan motor bututku,
aku dengan celana jeans dan kacamata tebalku
aku dengan segala yang menempel dalam diriku...
Doa Bapa Kami dan Doa Salam Maria juga kubawa meneman perjalananku...
jujur agar aku tidak grogi berhadapan denganmu...
jujur agar aku mampu menatap matamu...
jujur agar aku mendapat bekingan rasa percaya diri...
Sampai depan rumahmu, kusandar motor dan membuat cerita dalam pikiran...
semoga bukan anjing helder yang menyambutku...
atau satpam berkumis tebal membentakku,"Mau apa kamu ???"
atau seorang pembantu yang keluar dan mengatakan,"Nona tidak ada dirumah..."
akkhh...kusingkat saja cerita dalam pikiranku dengan langkah gemetar ke pintu rumahmu....
dug..dug..dug...itu bukan bunti ketukan pintu, tapi degup jantungku yang sedang olahraga.....
semoga...semoga...semoga....
Pintu sudah terbuka sebelum kuketuk....
Kamu tiba-tiba keluar dari balik pintu itu...
Byaarrr......aku terkena serang jantung....
Seakan detakannya hilang begitu saja...
Kaki dan mulutku tak bisa kugerakan....
Badanku terasa panas dingin....
Kamu menghampiriku...
tersenyum...
dan berkata....
"Bang....mau nganter koran yaaa....?"
wkwkwkkwkwkwk.......aku sudah mati ditembak duluan....
Aku akan nekat pikirku...
dan aku akan katakan..
"Aku Mencintaimu...!!!!"
Lalu dia memegang mesra pundakku ...
menggoyang-goyangkannya....
"Heii...lu jangan ngimpi dunkkkk....."
Dan wajah cantiknya berubah menjadi wajah teman kostku yang sangar...
Huauauhahah...kamprettooo....ternyata ada di tempat tidur...
aku hanya mimpi...
Lho Su Fan, 8 Desember 2011
Leonardus Pjos
AJARI AKU TUHAN
Tuhan ajari aku bahasa alam,
agar akau mampu mendengar nyanyian angin,
agar aku dapat mengerti cerita burung,
agar aku mengerti keluh-kesah bumi,
agar aku bisa bercengkrama dengan malam dan bintang-bintang,
agar aku mampu mengagumi bunga-bunga dengan tulus...
Tuhan ajari aku bahasa cinta,
untuk melihat buruk menjadi baik,
untuk merasa sedih menjadi gembira,
untuk membuat benci jadi cinta,
untuk mengubah musuh jadi sahabat,
untuk selalu optimis dan penuh harap
untuk siap membantu tanpa pamrih...
Lho Su Fan, 12.11.11
"Aku selalu belajar dan mencari Cahaya CintaMU, untuk menerangi jalan-jalan gelapku"
Leonardus Pjos
agar akau mampu mendengar nyanyian angin,
agar aku dapat mengerti cerita burung,
agar aku mengerti keluh-kesah bumi,
agar aku bisa bercengkrama dengan malam dan bintang-bintang,
agar aku mampu mengagumi bunga-bunga dengan tulus...
Tuhan ajari aku bahasa cinta,
untuk melihat buruk menjadi baik,
untuk merasa sedih menjadi gembira,
untuk membuat benci jadi cinta,
untuk mengubah musuh jadi sahabat,
untuk selalu optimis dan penuh harap
untuk siap membantu tanpa pamrih...
Lho Su Fan, 12.11.11
"Aku selalu belajar dan mencari Cahaya CintaMU, untuk menerangi jalan-jalan gelapku"
Leonardus Pjos
Minggu, 08 Januari 2012
Dari GIRISONTA kembali ke GIRISONTA, dan dari PENGABDIAN menuju KEABADIAN
Dari GIRISONTA kembali ke GIRISONTA,
dan dari PENGABDIAN menuju KEABADIAN.
Dahulu 71 tahun yang lalu saat engkau bertekad untuk mengabdi,
semangat dan CINTA KASIH yang menjadi wahanamu untuk terus melayani.
Dan kini setelah 71 tahun berlalu,
Cinta dan Kasih telah berbuah dan membuat kami yang kau layani mengantarmu ke GIRISONTA.
Dengan naik kereta Kyai Sultan yang dikendarai para Novisiat SJ,
dan di-iringi doa Salam Maria kami mengantarmu ke Taman Getsmani.
Disana di Taman Getsmanni jasadmu akan luluh menjadi satu dengan tanah,
seperti para sahabatmu yang telah berkumpul lebih awal.
Taman Getsamani adalah taman prasasti keselamatan abadi,
dimana Tuhan Yesus membuat keputusan untuk keselamatan ABADI.
Untuk Romo Oei Goan Tjiang, SJ ; 22 Mei 1920 - 4 Nopember 2011
"Yang mengabdi untuk pelayanan dan kehidupan"
Leonardus Pjos2011
dan dari PENGABDIAN menuju KEABADIAN.
Dahulu 71 tahun yang lalu saat engkau bertekad untuk mengabdi,
semangat dan CINTA KASIH yang menjadi wahanamu untuk terus melayani.
Dan kini setelah 71 tahun berlalu,
Cinta dan Kasih telah berbuah dan membuat kami yang kau layani mengantarmu ke GIRISONTA.
Dengan naik kereta Kyai Sultan yang dikendarai para Novisiat SJ,
dan di-iringi doa Salam Maria kami mengantarmu ke Taman Getsmani.
Disana di Taman Getsmanni jasadmu akan luluh menjadi satu dengan tanah,
seperti para sahabatmu yang telah berkumpul lebih awal.
Taman Getsamani adalah taman prasasti keselamatan abadi,
dimana Tuhan Yesus membuat keputusan untuk keselamatan ABADI.
Untuk Romo Oei Goan Tjiang, SJ ; 22 Mei 1920 - 4 Nopember 2011
"Yang mengabdi untuk pelayanan dan kehidupan"
Leonardus Pjos2011
Cinta Yang Teruji
“Heei Ray..ada perlu sedikit.. Mengenai Lisa ”
“Lisa ? Ya kenapa dengan Lisa”, Jawab Ray dengan sedikit enggan.
“Lisa sakit !”
“Sakit ? Lantas ada apa dengan saya ?”
“Ray…Lisa tidak pernah melupakanmu. Dia tetap mencintaimu….”
“Tak pernah melupakan ? Tetap mencintaiku ?”
“Lalu kenapa dia meninggalkan saya ?”
“Ray..kamu tidak tahu..”
“Baca ini dan semoga kamu tidak terlambat”, Shanty memberikan buku kepada Ray.
====*****=====
BUKU HARIAN PENUH CINTA
“Akhh..ini buku harian Lisa. Kenapa Shanty memberikannya kepada saya ?”, bisik hati Ray. Dengan hati yang gelisah dan pikiran yang kalut Ray mulai membuka buku harian itu, dan membacanya….
Melbourne, 13 Nop 1990
Pk.16.00 sore
Aku baru saja tiba di Mellbourne. Udara disini dingin..uughh, untung aku dibelikan mantel oleh mama.
Bagaimana yaahh keadaan kamu ? Aahh baru sehari saja sudah rindu.
Sudah dulu ya, mau beres-beres…
Ps: oh ya teman-teman disini baik dan ramah.
Melbourne, 16 januari 1992
Tengah malam,
Sedang apa ya kamu ? Saya disini tidak bisa tidur.
Lisa.
23 maret 1992
Hari ini saya capek banget. Testnya susah banget tapi untung saya bisa.
Hari ini juga saya ke dokter, karena sepulang kuliah kepala saya sakit.
Saya dapat surat dari kak Ray, katanya ia ke Batam di kirim oleh kantornya. Semoga kamu sukses ya….rasanya saya kangen dach….
Lisa
Membaca buku harian Lisa, Ray merasa melihat isi hati Lisa yang terdalam. Ray mulai menahan haru, sedih dan entah rasa apa lagi yang berbaur menjadi satu. Disadari bahwa Lisa begitu sangat merindukannya, itu bisa Ray lihat dalam catatan-catatan harian selama Lisa di Australia. Ray membuka lagi lembar-lembar demi lembar.
Melbourne, 18 Desember 1992
Untuk Mama, papa dan orang yang sangat kucintai disana.
Hari ini di kota tempat saya tinggal cuacanya sedang dingin, dan saya sedang liburan kuliah.
Saya harap berita ini tidak membuat mama, papa dan orang yang kucintai bersedih. Hasil dari laboratorium telah saya terima, saya positip tumor otak. Oh Tuhan mengapa ini harus terjadi ? Apa saya telah berbuat dosa ? Saya takut dan saya sangat sedih sekali. Saya membayangkan orang-orang yang saya cintai….
Saya bingung apa saya harus bilang sama papa, mama dan kak Ray ? Tuhan tolong Bantu saya….
Lisa,
PS : Saya tidak bisa tidur.
Saya ingin pulang, saya ingin Natalan bersama papa, mama dan kak Ray ku, entah berapa lama lagi
sisa waktuku.
Ray tidak bisa menahan air mata, kali ini dia benar-benar tak sadar apa yang tengah terjadi. Dipandanginya foto mereka berdua yang ada di meja kamar. Hati Ray semakin sedih saja….baru kini dia sadari..memang tak ada yang berubah dari burung kecilnya itu. Rupanya maksud kata perpisahan Lisa hanya ingin melindungi dirinya untuk tidak turut sedih dan menderita.
“Lisa…!!!!!!” Ray berteriak dengan menahan emosi yang mendalam sambil memeluk erat foto mereka. Betapa rasa bersalahnya dia terhadap Lisa. Mengapa disaat-saat Lisa membutuhkannya, dia tidak berada disampingnya, menguatkannya…dan menghiburnya….
Ray tak dapat membayangkan bagaimana gadis manis yang lucu, lincah itu menjadi penyendiri dan diam. Dia juga membayangkan bagaimana perasaan Lisa waktu mengatakan perpisahaan dengannya dan juga saat-saat sendiri tanpanya. Semakin membayangkan semua tentang Lisa, Ray terasa semakin tenggelam dalam rasa bersalahnya…Sekali lagi dia membaca catatan Lisa yang terakhir .
Jakarta, 23 Nopember 1996
Untuk semua orang yang kucintai, Mama, Papa dan yang tak pernah kulupakan…
Ini adalah catatanku yang terakhir…setelah ini biarlah semua hanya tercatat dalam kenanganku…
(Ray diam sejenak…terasa dadanya sesak sekali, air mata sebagai lelaki terasa terlalu gampang mengalir…baginya malahan terlalu susah untuk menahan air mata).
Aku telah meminta mama dan papa untuk mengijinkanku tinggal di Sukabumi, di rumah tante. Aku berharap dapat melepas semua beban disana dan aku berharap ketenangan disana juga dapat membuat hatiku damai…
Ooohh Tuhan maafkanlah hambaMu yang hina ini, mungkin aku telah menyakitkan kedua orang tuaku dan juga aku telah membuat hancur hati kak Ray…Maafkan Lisa kak Ray..Semoga kak Ray mendapat seorang yang lebih pantas ,mendampingi Kak Ray…
(hati Ray menjerit, “Tahukah kamu Lisa sampai saat ini hanya kamu yang ada di hati saya !! Tak mungkin tergantikan..sampai kapanpun…”). Ray melanjutkan lagi.
Kak Ray bila Tuhan telah memanggilku…Aku hanya ingin engkau tetap mengenangku…ya mengenangku sebagai burung kecil yang dulu….Maafkan Lisa kak Ray..Lisa telah begitu egois…
Jakarta, menjelang dini hari
Lisa
Ps.: Hasil terakhir menunjukkan penyakitku bertambah parah….Aku tak ingin membuang-buang biaya lagi biar saja begini adanya. Aku pasrahkan semua padaMu Tuhan.
“Tidaakkk !!!! .Akulah yang egois …Akulah yang membuat kamu menderita…!! Huukk…huukk…”, Ray menjerit menangis sedih sambil menatap foto mereka berdua dan mendekap erat buku harian Lisa.
Penggalan Novel Cinta Yang Teruji-Leonardus Pjos
"Cinta mampu menyimpan dan melupakan semua rasa sakit dan derita, untuk membuat yang dicinta bahagia"
“Lisa ? Ya kenapa dengan Lisa”, Jawab Ray dengan sedikit enggan.
“Lisa sakit !”
“Sakit ? Lantas ada apa dengan saya ?”
“Ray…Lisa tidak pernah melupakanmu. Dia tetap mencintaimu….”
“Tak pernah melupakan ? Tetap mencintaiku ?”
“Lalu kenapa dia meninggalkan saya ?”
“Ray..kamu tidak tahu..”
“Baca ini dan semoga kamu tidak terlambat”, Shanty memberikan buku kepada Ray.
====*****=====
BUKU HARIAN PENUH CINTA
“Akhh..ini buku harian Lisa. Kenapa Shanty memberikannya kepada saya ?”, bisik hati Ray. Dengan hati yang gelisah dan pikiran yang kalut Ray mulai membuka buku harian itu, dan membacanya….
Melbourne, 13 Nop 1990
Pk.16.00 sore
Aku baru saja tiba di Mellbourne. Udara disini dingin..uughh, untung aku dibelikan mantel oleh mama.
Bagaimana yaahh keadaan kamu ? Aahh baru sehari saja sudah rindu.
Sudah dulu ya, mau beres-beres…
Ps: oh ya teman-teman disini baik dan ramah.
Melbourne, 16 januari 1992
Tengah malam,
Sedang apa ya kamu ? Saya disini tidak bisa tidur.
Lisa.
23 maret 1992
Hari ini saya capek banget. Testnya susah banget tapi untung saya bisa.
Hari ini juga saya ke dokter, karena sepulang kuliah kepala saya sakit.
Saya dapat surat dari kak Ray, katanya ia ke Batam di kirim oleh kantornya. Semoga kamu sukses ya….rasanya saya kangen dach….
Lisa
Membaca buku harian Lisa, Ray merasa melihat isi hati Lisa yang terdalam. Ray mulai menahan haru, sedih dan entah rasa apa lagi yang berbaur menjadi satu. Disadari bahwa Lisa begitu sangat merindukannya, itu bisa Ray lihat dalam catatan-catatan harian selama Lisa di Australia. Ray membuka lagi lembar-lembar demi lembar.
Melbourne, 18 Desember 1992
Untuk Mama, papa dan orang yang sangat kucintai disana.
Hari ini di kota tempat saya tinggal cuacanya sedang dingin, dan saya sedang liburan kuliah.
Saya harap berita ini tidak membuat mama, papa dan orang yang kucintai bersedih. Hasil dari laboratorium telah saya terima, saya positip tumor otak. Oh Tuhan mengapa ini harus terjadi ? Apa saya telah berbuat dosa ? Saya takut dan saya sangat sedih sekali. Saya membayangkan orang-orang yang saya cintai….
Saya bingung apa saya harus bilang sama papa, mama dan kak Ray ? Tuhan tolong Bantu saya….
Lisa,
PS : Saya tidak bisa tidur.
Saya ingin pulang, saya ingin Natalan bersama papa, mama dan kak Ray ku, entah berapa lama lagi
sisa waktuku.
Ray tidak bisa menahan air mata, kali ini dia benar-benar tak sadar apa yang tengah terjadi. Dipandanginya foto mereka berdua yang ada di meja kamar. Hati Ray semakin sedih saja….baru kini dia sadari..memang tak ada yang berubah dari burung kecilnya itu. Rupanya maksud kata perpisahan Lisa hanya ingin melindungi dirinya untuk tidak turut sedih dan menderita.
“Lisa…!!!!!!” Ray berteriak dengan menahan emosi yang mendalam sambil memeluk erat foto mereka. Betapa rasa bersalahnya dia terhadap Lisa. Mengapa disaat-saat Lisa membutuhkannya, dia tidak berada disampingnya, menguatkannya…dan menghiburnya….
Ray tak dapat membayangkan bagaimana gadis manis yang lucu, lincah itu menjadi penyendiri dan diam. Dia juga membayangkan bagaimana perasaan Lisa waktu mengatakan perpisahaan dengannya dan juga saat-saat sendiri tanpanya. Semakin membayangkan semua tentang Lisa, Ray terasa semakin tenggelam dalam rasa bersalahnya…Sekali lagi dia membaca catatan Lisa yang terakhir .
Jakarta, 23 Nopember 1996
Untuk semua orang yang kucintai, Mama, Papa dan yang tak pernah kulupakan…
Ini adalah catatanku yang terakhir…setelah ini biarlah semua hanya tercatat dalam kenanganku…
(Ray diam sejenak…terasa dadanya sesak sekali, air mata sebagai lelaki terasa terlalu gampang mengalir…baginya malahan terlalu susah untuk menahan air mata).
Aku telah meminta mama dan papa untuk mengijinkanku tinggal di Sukabumi, di rumah tante. Aku berharap dapat melepas semua beban disana dan aku berharap ketenangan disana juga dapat membuat hatiku damai…
Ooohh Tuhan maafkanlah hambaMu yang hina ini, mungkin aku telah menyakitkan kedua orang tuaku dan juga aku telah membuat hancur hati kak Ray…Maafkan Lisa kak Ray..Semoga kak Ray mendapat seorang yang lebih pantas ,mendampingi Kak Ray…
(hati Ray menjerit, “Tahukah kamu Lisa sampai saat ini hanya kamu yang ada di hati saya !! Tak mungkin tergantikan..sampai kapanpun…”). Ray melanjutkan lagi.
Kak Ray bila Tuhan telah memanggilku…Aku hanya ingin engkau tetap mengenangku…ya mengenangku sebagai burung kecil yang dulu….Maafkan Lisa kak Ray..Lisa telah begitu egois…
Jakarta, menjelang dini hari
Lisa
Ps.: Hasil terakhir menunjukkan penyakitku bertambah parah….Aku tak ingin membuang-buang biaya lagi biar saja begini adanya. Aku pasrahkan semua padaMu Tuhan.
“Tidaakkk !!!! .Akulah yang egois …Akulah yang membuat kamu menderita…!! Huukk…huukk…”, Ray menjerit menangis sedih sambil menatap foto mereka berdua dan mendekap erat buku harian Lisa.
Penggalan Novel Cinta Yang Teruji-Leonardus Pjos
"Cinta mampu menyimpan dan melupakan semua rasa sakit dan derita, untuk membuat yang dicinta bahagia"
Cinta Yang Teruji
Lisa harus melanjutkan sekolah ke luar negeri, karena orang tuanya
menginginkan agar dia mengecap pendidikan di negeri kangguru, Australia.
“Tak ada orang tua yang tidak sayang pada anaknya, Lisa,” kataku.
“ Tapi mengapa harus belajar keluar negeri ? Mengapa tidak kuliah disini saja ? Disini kan banyak juga universitas-universitas yang bagus! Mengapa ?” tanya Lisa seakan meminta jawaban dariku.
“ Lisa, orang tua kamu pasti ada pertimbangan lain memintamu untuk belajar keluar negeri. Dan kamu adalah anak tunggalnya, yang sangat dicintainya, itu pasti ! Orang tua sangat menaruh harapan padamu. Agar kamu menjadi orang yang mandiri dan berpengetahuan luas , dengan demikian Kak Ray pikir orang tuamu akan merasa tenang dimasa tuanya nanti ! ”
“ Jadi Kak Ray setuju, kalau Lisa belajar keluar negeri ? Dan Lisa jauh dari Kak Ray ? Kak Ray tidak merasa keberatan ? Tidak merasa kehilangan ?”
Satu sisi yang juga harus kuakui, sebenarnya aku berat ! Aku pasti akan kehilangan ! Tapi apakah aku hanya melihat dari sisi diriku ? Apakah aku tidak rela Lisa menjadi seorang maju, berpandangan luas dan berpendidikkan tinggi ? Ataukah aku takut tersaingi olehnya ? Atau juga takut nanti disana Lisa kecantol dengan pria lain dan hatinya berubah kepadaku ? Dan a..pakah aku mempunyai hak untuk itu ? Bukankah masih ada orang tuanya yang juga sangat mengasihinya ? Yang ingin juga Lisa bahagia? Bahkan kurasa rela mengorbankan segalanya deminya. Kutahan perasaanku itu, dan aku berusaha untuk berkata dengan tenang,
“ Lisa, Kak Ray tahu apa yang menjadi beban bagimu. Kamu pasti memikirkan hubungan kita bukan ? Dari dulu kamu sudah kenal dengan Kak Ray kan ? Bagaimana perasaan Kak Ray kamu pasti sudah tahu ? Kutarik nafasku lagi dan mencoba untuk menghibur dirinya, mungkin juga aku menghibur diriku sendiri, “ Cinta adalah saling percaya. Tak terpisah oleh jauhnya jarak dan terhenti oleh rentangnya waktu. Kak Ray percaya sama kamu Lisa, dimanapun kamu berada dan sampai berapa lamapun kamu pergi , kamu pasti akan ingat dengan Kak Ray. Begitu juga dengan Kak Ray, Kak Ray akan menunggu kamu kembali .” Kubelai rambutmu dan kutatap mata yang bening, tampak tetesan bening air matamu mengalir membasahi pipimu. Aku berkata lagi, kali ini aku sengaja bercanda, “ Sudah tuh malu dilihat orang, masak sudah gede-gede nangis. Nanti dikira orang diapain lagi. Hayo hapus air matanya.” Kuhapus air matanya dengan tanganku lalu kubenam kepalanya kedalam pelukkanku. Lisa semakin sedih, punggungnya bergonjang menahan tangis.
“ Lisa, ini bukan perpisahan untuk selamanya , percayalah.. tak perlu terlalu sedih. ”
“ Kak Ray…Lisa sayang sama Kak Ray..,” katamu sambil tetap dalam pelukkanku. “ Lisa takut…”
“ Kak Ray tahu…Kak Ray tahu.,” kataku lirih ditelingamu .
Senja hari itu telah mengantar Lisa pergi, rindu dan hatikupun terbawa bersamanya ! Dua tahun kemudian aku ditugaskan perusahaanku untuk mengurus proyek di Pulau Batam.
Penggalan Novel Cinta Yang Teruji-Leonardus Pjos
“ Cinta adalah saling percaya. Tak terpisah oleh jauhnya jarak dan terhenti oleh rentangnya waktu"
“Tak ada orang tua yang tidak sayang pada anaknya, Lisa,” kataku.
“ Tapi mengapa harus belajar keluar negeri ? Mengapa tidak kuliah disini saja ? Disini kan banyak juga universitas-universitas yang bagus! Mengapa ?” tanya Lisa seakan meminta jawaban dariku.
“ Lisa, orang tua kamu pasti ada pertimbangan lain memintamu untuk belajar keluar negeri. Dan kamu adalah anak tunggalnya, yang sangat dicintainya, itu pasti ! Orang tua sangat menaruh harapan padamu. Agar kamu menjadi orang yang mandiri dan berpengetahuan luas , dengan demikian Kak Ray pikir orang tuamu akan merasa tenang dimasa tuanya nanti ! ”
“ Jadi Kak Ray setuju, kalau Lisa belajar keluar negeri ? Dan Lisa jauh dari Kak Ray ? Kak Ray tidak merasa keberatan ? Tidak merasa kehilangan ?”
Satu sisi yang juga harus kuakui, sebenarnya aku berat ! Aku pasti akan kehilangan ! Tapi apakah aku hanya melihat dari sisi diriku ? Apakah aku tidak rela Lisa menjadi seorang maju, berpandangan luas dan berpendidikkan tinggi ? Ataukah aku takut tersaingi olehnya ? Atau juga takut nanti disana Lisa kecantol dengan pria lain dan hatinya berubah kepadaku ? Dan a..pakah aku mempunyai hak untuk itu ? Bukankah masih ada orang tuanya yang juga sangat mengasihinya ? Yang ingin juga Lisa bahagia? Bahkan kurasa rela mengorbankan segalanya deminya. Kutahan perasaanku itu, dan aku berusaha untuk berkata dengan tenang,
“ Lisa, Kak Ray tahu apa yang menjadi beban bagimu. Kamu pasti memikirkan hubungan kita bukan ? Dari dulu kamu sudah kenal dengan Kak Ray kan ? Bagaimana perasaan Kak Ray kamu pasti sudah tahu ? Kutarik nafasku lagi dan mencoba untuk menghibur dirinya, mungkin juga aku menghibur diriku sendiri, “ Cinta adalah saling percaya. Tak terpisah oleh jauhnya jarak dan terhenti oleh rentangnya waktu. Kak Ray percaya sama kamu Lisa, dimanapun kamu berada dan sampai berapa lamapun kamu pergi , kamu pasti akan ingat dengan Kak Ray. Begitu juga dengan Kak Ray, Kak Ray akan menunggu kamu kembali .” Kubelai rambutmu dan kutatap mata yang bening, tampak tetesan bening air matamu mengalir membasahi pipimu. Aku berkata lagi, kali ini aku sengaja bercanda, “ Sudah tuh malu dilihat orang, masak sudah gede-gede nangis. Nanti dikira orang diapain lagi. Hayo hapus air matanya.” Kuhapus air matanya dengan tanganku lalu kubenam kepalanya kedalam pelukkanku. Lisa semakin sedih, punggungnya bergonjang menahan tangis.
“ Lisa, ini bukan perpisahan untuk selamanya , percayalah.. tak perlu terlalu sedih. ”
“ Kak Ray…Lisa sayang sama Kak Ray..,” katamu sambil tetap dalam pelukkanku. “ Lisa takut…”
“ Kak Ray tahu…Kak Ray tahu.,” kataku lirih ditelingamu .
Senja hari itu telah mengantar Lisa pergi, rindu dan hatikupun terbawa bersamanya ! Dua tahun kemudian aku ditugaskan perusahaanku untuk mengurus proyek di Pulau Batam.
Penggalan Novel Cinta Yang Teruji-Leonardus Pjos
“ Cinta adalah saling percaya. Tak terpisah oleh jauhnya jarak dan terhenti oleh rentangnya waktu"
Langganan:
Entri (Atom)